OrderInformasi Cara Pemesanan

TERAPI STEM CELL DAN BERHARGANYA SEL MANUSIA

Reporter: Aditya Widya Putri
15 Oktober 2017

Terapi Stem Cell dan Berharganya Sel Manusia
Stem Cell dapat menyembuhkan beragam penyakit kronis, tapi harus ditebus dengan biaya yang tak murah.

tirto.id – Salah satu diva Indonesia, Krisdayanti harus merogoh kocek Rp200 juta demi urusan menjaga kecantikan. Ia memilih terapi stem cell yang dianggap sebagai teknologi terbaru berbiaya mahal untuk membuatnya awet muda. Apa itu stem cell?

Stem cell atau sel punca adalah sel biologis yang menjadi jejak utama DNA. Sel ini dapat meremajakan diri dan menghasilkan lebih banyak sel untuk sumber pembentukan sel baru. Ia bertugas untuk memastikan setiap sel yang usang diganti dengan sel baru dengan jenis dan fungsi yang sama.

Stem cell ini dapat mempertahankan potensi perkembangan untuk membentuk turunan dari embrio. Termasuk epitel usus, tulang rawan, otot polos, dan otot lurik. Juga epitel saraf, ganglia embrionik, serta epitel skuamosa bertingkat. Sifat sel inilah yang berguna dalam biologi perkembangan manusia, penemuan obat, dan transplantasi.

Fungsi itu yang kemudian dimanfaatkan dunia medis untuk menyembuhkan beragam penyakit. Terapi ini dapat menciptakan jaringan, sel, serta organ baru. Melalui teknologi transplantasi khusus, stem cell yang telah diambil dimasukkan ke dalam tubuh untuk mengganti sel rusak ataupun abnormal.

Dengan terapi stem cell, memungkinkan pasien sembuh dari beragam penyakit berat seperti jantung koroner, gagal jantung, diabetes, patah tulang gagal sambung, tulang yang hilang karena kecelakaan, osteoarthritis, cedera tulang rawan, spinal cord injury, glukoma, luka bakar, hingga kaki diabetik.

“Penyakit yang tak membuahkan hasil dengan pengobatan konvensional bisa diatasi dengan stem cell. Karena sifatnya mengisi dan memperbarui sel jaringan yang rusak,” ujar dr. Ismail H.D, SpOT(K), selaku Ketua Komite Sel Punca Nasional.

Di Indonesia, teknik stem cell sudah lazim digunakan untuk penyembuhan kanker darah (leukimia). Hanya saja, biaya merupakan masalah yang perlu dipikirkan selanjutnya. Untuk pengobatan leukimia, terapi stem cell setidaknya harus dilakukan selama lima tahun.

MEKANISME DAN HARGA STEM CELL

Untuk dapat menggunakan terapi ini, seseorang harus punya tali pusat yang masih tersimpan usai kelahirannya. Tali pusat berfungsi sebagai sumber sel induk. Sel-sel dari tali pusat inilah yang nantinya akan digunakan untuk terapi. Selain tali pusatnya sendiri, pasien juga bisa menggunakan tali pusat donor yang cocok. Penyimpanan tali pusat dilakukan sesaat setelah kelahiran untuk menghindari matinya sel. Di Indonesia, penyimpanannya bisa dilakukan di Laboratorium Peodia atau Cordlife Persada.

Pelaksanaan terapi stem cell di Indonesia memang tak semua rumah sakit bisa melakukannya. Namun, beberapa rumah sakit sudah bisa melakukan layanan dengan persetujuan pemerintah. Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 32 tahun 2014 tentang Penetapan Rumah Sakit Pusat Pengembangan Pelayanan Medis Penelitian dan Pendidikan Bank Jaringan dan Sel Punca, ada 11 rumah sakit yang diberi izin terapi sel punca.

Di antara lain, Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM), RS Sutomo, RS M Djamil, RS Persahabatan, RS Fatmawati, RS Dharmais, RS Harapan Kita, RS Hasan Sadikin, RS Kariadi, RS Sardjito, dan RS Sanglah. Semenjak 2007 hingga kini, di RSCM saja telah melakukan terapi stem cell pada 214 pasien.

Namun, masalah biaya masih menjadi kendala bagi pasien yang mau melakukan terapi. Setiap satu stem cell dihargai Rp 1-1,5 per sel. Sepintas memang murah, tapi jumlah sel yang diberikan cukup besar dalam organ atau tubuh pasien, sehingga biaya yang dikeluarkan tak sedikit. Untuk sekali terapi, untuk sel yang diberikan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta sel.

Namun, dr Cosphiadi Irawan, SpPDKHOM, spesialis penyakit dalam, mengatakan, takaran sel punca yang diberikan tiap pasien berbeda tergantung jenis penyakitnya. Penyakit lupus, misalnya, diberikan sel punca 1-2 juta per kilogram berat badan pasien. Jika berat badan pasien 50 kilogram, maka dosis terendahnya adalah menyuntikkan 50 juta sel punca, dan dosis maksimal sebesar 100 juta sel punca.

Maka, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp50-150 juta dalam sekali terapi. Contoh lainnya untuk kasus Osteo Artritis lutut kebutuhannya 10 juta sel per kilogram berat badan. Diabetes 100 juta sel, Glukoma 5 juta sel, Spinal Cord 76 juta sel.

Untuk bisa sembuh, terapi pada penderita tak bisa diberikan hanya sekali. Lalu, untuk jantung koroner yang memiliki pembuluh darah kecil digunakan sekitar 35 juta sel. “Dengan biaya begitu tinggi, pembiayaan terapi stem cell belum ditanggung BPJS Kesehatan,” kata dokter Cosphiadi.

Mahalnya biaya pengobatan, yang menggunakan teknologi medis tercanggih terkini seharusnya menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah barang yang sangat mahal bagi setiap orang.

Stem cell (Sel punca) juga terdapat banyak di sum2 tulang belakang (born marrow) cara mendapatkannya dengan dilakukan tindakan operasi’ pengambilan sel punca yang ini juga biayanya tidak kalah mahal.
Cellmaxx menjadi alternatif stem cell terapi dengan biaya relatif lebih murah dan alami. CellMaxx adalah super food nutrisi tinggi dengan kandungan Aphanizomenon Flos Aquae (AFA), Oligosakarida dan Peach powder yang diformulasikan secara khusus dengan teknologi Imumaxx (Imumaxx Is A Patent Pending Technology).

Menurut penelitian dengan mengkonsumsi 1 sachet CellMaxx mampu membebaskan 3 – 4 juta stem cell (sel punca ) dari sum-sum tulang dalam waktu 60 menit yang kemudian dibawa oleh peredaran darah menuju organ tubuh bermasalah yang memberikan isyarat (Granulocyte Colony Stimulating Factor “CGSF” ) sel punca Ini berfungsi untuk memperbaiki sel yang rusak, memulihkan, merejuvenasi dan menggantikan sel yang sudah mati penyebab terjadinya penuaan, melemahnya fungsi organ tubuh dan timbulnya berbagai penyakit serta mengaktifkan kembali NK Cell (Natural Killer Cell) dan menambah jumlahnya untuk melawan sel-sel asing seperti cyst, tumor dan kanker.

Kandungan unik pada CellMaxx

  • PHENYLETHYLAMINE(PEA)
    Membantu mengatasi penyakit Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan Autism, membantu mengatasi stress, meningkatkan konsentrasi pada anak-anak dan orang tua, mengatasi penurunan daya ingat dan meningkatkan pengaktifan membran sel otak.
  • PHYCOCYANIN
    Mencegah pembentukan radang, menguatkan sistem imun tubuh, mengaktifkan sistem antioksidan tubuh dan menjaga kesehatan sendi dan tulang.
  • POLYSACCHARIDE
    Mengaktifkan NK Cell (Natural Killer Cell) sebagai pertahanan pertama melawan sel kanker dan virus di dalam tubuh, membantu pergerakan dan penyerapan stem cell secara optimal, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan penyerapan nutrisi dan menjaga kadar gula dalam darah.
  • L-SELECTIN LIGAND
    Membantu proses pembebasan stem cell dari sum-sum tulang secara alami.